Data-data yang diperlukan

Data-data yang Diperlukan

Atap sebagai bidang teratas memiliki fungsi utama utama melindungi ruang-ruang dibawahnya.Karna Atap merupakan bidang yang paling Inti maka perlu juga diperhatikan struktur rangka dan lapisan penutup yang disesuaikan dengan kebutuhan dari tiap bangunan.

Data yang perlu dipersiapkan untuk penghitungan Bahan dan Disain struktur adalah;
1.Denah ring balok
2.Denah Atap tampak atas
3.Kemiringan atap
4.Jenis bahan penutup atap (termasuk ukuran
dan bentuk.
5.Beban penutup atap (misal water heater,
lampu gantung,dan plafon).

Data setelah Desain Struktur selesai;

1.Gambar kerja instalasi baja ringan.
2.Laporan analisis pembebanan tiap batang
yang digunakan.
3.Kebutuhan material dan panjang setiap
batang yang digunakan.

Kelebihan baja ringan

Kelebihan Baja Ringan
Ringan
Tehnologi Baja Ringan diciptakan melalui rangkaian proses uji kualitas.Baja Ringan berbeda dari Baja Konvensional karna berbeda berat dan fungsi dimana baja konversional biasanya digunakan pada bangunan berskala besar.

Meski dikatakan ringan dan memiliki dimensi lebih tipis.Baja ringan tetap memiliki kualitas dan daya tahan tinggi.Baja jenis ini memiliki ketebalan mulai dari 0,2 milimeter,biasanya digunakan untuk Rangka Atap Metal,atau 0,45-1 milimeter digunakan untuk kuda-kuda dengan bentangan kecil.Dimensinya ini membuatnya menjadi pilihan tepat untuk struktur-struktur rumah tinggal.misalnya rangka atap.Dan untuk bidang rangka atap karna bersifat struktural atau menahan beban,maka harus gunakan baja ringan berkualitas G550.

Dengan menggunakan Baja Ringan untuk struktur bangunan,beban struktur bangunan itu sendiri menjadi lebih ringan.

Tahan Rayap dan Karat
Jika kita menggunakan bahan material kayu maka sebelum digunakan harus direndam atau diseprotkan dengan cairan anti rayap.Jika tidak maka akan dengan mudah terkena rayap,pada Baja Ringan hal itu tidak perlu dilakukan.
Baja ringan tahan terhadap karat karna sudah dilapisi dengan bahan anti karat yaitu perpaduan antara bahan Zinc-alumunium dengan komposisi 55% alumunium, 43,5% zinc dan 1,5% silicon.

Pemasangan Cepat

Dibandingkan material lain,proses pamasangan baja ringan tergolong singkat.Merupakan pemasangan paket,bagian-bagiannya tidak dapat dipisahkan,sistem pengirimannya dilakukan secara seksama  sehingga semua bagiannya dijamin terpasang dengan aman.

Sebagai proses awal,ahli hitung kami akan membaca gambar dan seluruh dokumen yang dibutuhkan untuk pedoman pekerjaan.Dari dokumen tersebut proses perhitungan dilakukan ,untuk  kemudian menghasilkan sebuah gambar kerja.Dari gambar itu,perakitan di pabrik mulai dilakukan.Sebagai konsumen,anda dapat mengecek pekerjaan ini, saat proses berlangsung.

Beberapa sistem pembuatan rangka baja ringan adalah proses pabrikasi,yaitu dilakukan dipabrik.Alasannya adalah tingkat kesulitan dalam merangkai dan memotongnya cukup tinggi.Untuk melakukannya,dibutuhkan alat berat yang tidak mungkin dibawa keluar pabrik.Begitu pula untuk proses pengecekan kualitas bahan.

Untuk pemasangan,bisa dilakukan dua metode,yaitu prapabrikasi dan semipabrikasi.Metode prapabrikasi berari rangka dipasang dilokasi dalam kondisi utuh.Metode ini umumnya digunakan untuk pembuatan rangka yang tidak terlalu besar  (misalnya rumah dengan luas 9m/segi).Sementara itu dalam metode semipabrikasi perakitan bahannya sebagian dilakukan dilapangan.Dengan kata lain,jika terjadi kekeliruan,masih mungkin dibetulkan.Pemasangan ini biasanya memakan waktu 4-5 hari kerja dan dilakukan oleh 3-4 tukang.

Hal penting yang harus dipahami adalah semua proses ini harus dilakukan oleh tenaga yang sudah ahli,tidak bisa dilakukan sembarang orang yang tidak terlatih dan tidak berpengalaman.

Apa itu Baja Ringan?

Baja ringan adalah baja berkualitas tinggi yang bersifat ringan dan tipis,namun kekuatannya tidak kalah dari baja konvensional.Ada beberapa macam baja ringan yang terbagi berdasarkan nilai tegangan tariknya (tensile strength).Kemampuan tegangan tarik ini umumnya didasari pada fungsi akhir dari baja ringan tersebut. Contohnya untuk berbagai produk struktur seperti rangka atap baja ringan haruslah menggunakan baja ringan dengan tegangan tarik tinggi (G550).Namun untuk berbagai produk home appliances misalnya, diperlukan baja ringan dengan tegangan tarik lebih rendah (G300,G250,dll) dan yang lebih lentur dan lunak sehingga lebih mudah dibentuk.Karna tingkat kualitas dan kuat tariknya tinggi,tak heran baja ringan lebih tipis dan ringan dibandingkan baja konvensional.Baja G550 bisa diartikan sebagai baja yang mempunyai kuat tarik 550MPa (Mega Pascal).Uji kualitas ini hanya dapat dibuktikan di laboratorium.

Untuk ketebalan baja ringan dipasaran Indonesia umumnya berkisar antara 0,2-2,0 mm.Variasi  ketebalan ini ditentukan oleh fungsi besar beban yang ditopang,dan ukuran bentangan baja itu sendiri.Dengan adanya variasi ketebalan yang ditentukan oleh faktor-faktor diatas,baja ringan memiliki tingkat efektivitas yang lebih baik.Baja ringan memang lebih tipis dibanding baja konvensional yang memiliki ketebalan 3mm atau lebih.Dengan ketipisannya,kita mungkin meragukan kekuatan material ini.Namun kita tidak perlu khawatir,kekuatannya sangat bisa diandalkan karna baja ringan terbuat dari baja bermutu tinggi.Masalah yang timbul karna ketipisan baja ringan adalah,kurang kakunya struktur rangka baja itu sendiri dan disinilah pengaku (bracing) dibutuhkan.

Karna berbahan baja,maka baja ringan juga bisa berkarat,agar awet,tahan lama dan tidak mudah berkarat,baja ringan biasanya sudah dilapis antikarat.
Ada dua jenis anti karat yang digunakan untuk melapis baja ringan yaitu;
– Lapisan Zinc (Z) atau Seng.Lapisan ini kerap disebut Galvanis dengan bahan Seng.Jumlah massa pelapis untuk lapisan anti karat ini bervariasi seperti, Z125,Z175,Z225,dimana angka-angka tersebut menunjukkan ketebalan lapisan dalam satuan gr/m2.
– Lapisan Aluminium dan Zinc (AZ).Lapisan ini tersusun atas Aluminium dan Seng.Sama seperti lapisan Z,lapisan ini juga memiliki jumlah massa pelapisan yang beragam seperti AZ50, AZ100, AZ150, AZ 200, dimana angka-angka juga menunjukkan ketebalan lapisan dalam satuan gr/m2.